Kenalin nih macaca pagensis yang tinggal di Pulau Pagai, Kepulauan Mentawai. Monyet ini penyuka ketinggian! Mereka senang beraktivitas di kanopi hutan dan bahkan beberapa tidur di ketinggian 45 meter dari lantai hutan. Sayangnya, kebiasaan hidup mereka di atas pohon kini makin terancam karena luasan hutan di Pulau Pagai terus berkurang sedikit demi sedikit, sehingga ruang hidup mereka makin sempit.
Morfologi dan Perawakan
Bentukannya monyet pagai sekilas mirip sama beruk (Macaca nemestrina), tapi punya beberapa ciri yang bikin mereka mudah dibedakan satu sama lain. Salah satunya adalah ekor monyet pagai yang gak berbulu dan bagian punggung yang lebih gelap warnanya.
Warna rambut monyet pagai didominasi cokelat tua di bagian punggung, sementara sisi leher dan bahu punya warna lebih terang yang keliatan kontras. Kakinya berwarna cokelat, sedangkan lengannya cenderung cokelat kemerahan.
Dari segi ukuran, jantan biasanya lebih besar daripada betina. Panjang tubuh jantan rata-rata sekitar 53 cm dengan berat 6–9 kg, sedangkan betina sekitar 43 – 46 cm dengan berat 4,5 – 6 kg. Ekornya sendiri cukup pendek, hanya sekitar 10–16 cm saja.
Habitat & Sebaran
Monyet pagai adalah primata endemik yang cuma ditemuin di Kepulauan Mentawai. Mereka hidup di beberapa pulau seperti Siberut, Sipora, serta Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan.
Monyet ini bisa ditemuin di berbagai tipe habitat hutan, terutama di hutan dataran rendah primer dan sekunder. Kadang mereka juga masuk ke kebun masyarakat, kayak perkebunan kelapa Tapi, kalau pertemuan sih mereka lebih sering ditemuin di hutan rawa pesisir daripada di hutan pedalaman, dimana mereka sering ditemuin hidup di hutan sepanjang sungai (riverine forest).
Perilaku dan Sosial
Sehari-harinya, monyet pagai lebih aktif di siang hari atau diurnal. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan di strata rendah atau lantai hutan buat nyari makan. Makanan mereka didominasi sama buah, biji-bijian dan daun muda. Selain itu, mereka juga pernah kedapetan makan keong di sungai.
Menariknya, monyet Pagai kadang nyari makan bareng primata lain di Mentawai, kayak Mentawai langur (Presbytis potenziani) dan pig-tailed langur (Simias concolor). Hubungan ini disebut asosiasi komensal, dimana beberapa spesies primata berbagi area makan yang sama tanpa saling merugikan.
Kelompok monyet Pagai biasanya terdiri dari 5 – 25 individu yang terdiri dari satu jantan dewasa dan beberapa betina beserta anak-anaknya. Cara bersosial mereka emang pakai sistem poligami. Pemimpin jantan bakal dominan banget sama keluarganya, dan bakal berkomunikasi dengan suara yang tinggi.
Kalau jantan yang gak punya istri, biasanya hidup sendirian aja. Tapi, dia juga bisa ngerebut keluarga monyet lain dengan nantangin jantan pemimpin kelompok lewat pertarungan agresif. Tujuannya? biar dapat cewek dong, ehe.
Untuk komunikasi, monyet pagai cukup ekspresif. Mereka berkomunikasi lewat berbagai cara, seperti ekspresi wajah, posisi tubuh, dan suara.
Salah satu bentuk komunikasi agresif biasanya dilakukan jantan dengan membuka mulutnya lebar-lebar untuk nunjukkin taringnya sebagai tanda ancaman. Selain itu, betina juga bisa menunjukkan sinyal birahi dengan mengangkat ekornya tinggi-tinggi, yang menandakan bahwa ia siap dikawinin sama jantan.
Fakta Unik
Bersama primata lainnya di Kepulauan Mentawai, monyet ini dulu dipercaya oleh masyarakat lokal sebagai perantara antara manusia dan para leluhur mereka.
Di alam, monyet pagai punya beberapa predator alami, kayak elang ular bido atau ular sanca.
Referensi
Supriatna, J. (2019). Field Guide to The Indonesia Primates. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
New England Primate Conservancy. (2023). Pagai Island macaque (Macaca pagensis). Diakses dari https://neprimateconservancy.org/pagai-island-macaque/
Kenali Monyet Lainnya