Edukasi Konservasi Monyet

Monyet dare
Moor macaque by Muhammad Choiruddin | Getty Images

Macaca maura

Monyet dare

Nama Inggris

Moor Macaque

Nama Lokal

Kera hitam dare, monyet dare, ceba, darre

Subspesies

Status Perlindungan

Dilindungi

Status Konservasi

IUCN: Endangered
CITES: Appendix II

Pernah dengar monyet yang mukanya kayak anjing atau “dog-faced monkey”? Julukan unik ini merujuk pada Macaca maura atau monyet dare. Wajahnya yang agak memanjang memang membuatnya terlihat sedikit mirip dengan moncong anjing. Primata khas ini hanya bisa ditemukan di hutan-hutan Sulawesi Selatan, tempat mereka hidup berkelompok, menjelajah hutan, dan mencari berbagai buah sebagai makanan utama.

Morfologi dan Perawakan

Monyet dare secara perawakan cukup mudah dikenali, warna rambutnya berwarna coklat tua hingga kehitaman, dengan bagian bawah tubuh yang biasanya tampak lebih pucat. Pada beberapa individu, rambut dapat menjadi lebih putih seiring bertambahnya usia, terutama di sekitar mata, kepala, atau punggung.

Nah, yang paling unik itu dari bagian wajahnya, karena memiliki moncong pendek dengan bentuk yang agak memanjang. Sekilas, bentuk wajahnya yang lonjong memberi kesan mirip wajah anjing. Makanya, monyet dare dapat julukan unik “dog-faced monkey”.  Tonjolan alisnya juga cukup menonjol, sementara rambut di bagian atas kepala terlihat relatif datar.

Fachreza | WIkimedia – CC BY-SA 4.0

Jantan biasanya memiliki panjang tubuh sekitar 55–69 cm dengan berat 8–10 kg, sedangkan betina sedikit lebih kecil, sekitar 46–59 cm dengan berat 3,8–7,6 kg. Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah ekornya yang sangat pendek, hanya sekitar 2–7 cm. Dalam kondisi baik, monyet ini dapat hidup hingga sekitar 28 tahun.

Di bagian pantatnya, ada bercak (rump patch) berwarna abu-abu kecokelatan yang sedikit lebih terang dibandingkan warna tubuhnya, meski tidak terlalu mencolok dan tidak memanjang hingga ke paha. Seperti monyet makaka lainnya, monyet dare juga memiliki sepasang bantalan duduk (ischial callosities) berwarna cokelat muda yang membantu mereka duduk dengan stabil dan nyaman di dahan pohon.

Habitat & Sebaran

Monyet dare adalah primata endemik yang hanya dapat ditemukan di Sulawesi, khususnya di bagian barat daya pulau tersebut. Wilayah sebarannya membentang dari Bontobahari di ujung selatan semenanjung barat daya hingga ke daerah di utara Danau Tempe, termasuk wilayah Sakholi dan Maroanging di Sulawesi Selatan.

Mereka hidup di berbagai tipe hutan tropis, mulai dari hutan hujan dataran rendah, hutan perbukitan, hingga hutan sekunder yang pernah mengalami gangguan. Mereka juga kadang ditemukan di tepi hutan atau area yang berdekatan dengan lahan pertanian, terutama ketika mencari sumber makanan.

Saat ini, populasi monyet dare sebagian besar bertahan di daerah pegunungan bagian dalam dan hutan karst, meskipun kelompok kecil masih ditemukan di sisa-sisa hutan dataran rendah. Dahulu mereka juga hidup hingga ketinggian sekitar 2.000 meter di lereng Gunung Latimojong, tetapi sebagian besar habitat tersebut kini telah mengalami deforestasi.

Hutan karst memiliki peran penting bagi spesies ini. Area karst menyediakan sumber makanan sekaligus tempat berlindung dari gangguan manusia. Banyak pohon yang menjadi sumber pakan utama mereka, terutama berbagai jenis pohon ara (Ficus), tumbuh di kawasan tersebut.

iucnredlist.org

Perilaku dan Sosial

Monyet dare aktif di siang hari dan lebih sering ditemuin di tanah dibanding di pohon. Mereka bergerak menggunakan empat alat gerak (quadrupedal). Hal ini terjadi karena hutan tempat mereka hidup biasanya memiliki kepadatan pohon yang tidak terlalu rapat, sehingga mereka lebih sering turun ke tanah buat beraktivitas dan mencari makan.

Mereka hidup dalam kelompok sosial yang cukup besar, biasanya terdiri dari 15 hingga 40 individu dengan campuran dari banyak hantan dan betina (multimale-multifemale group). Pergerakan kelompok biasanya dipimpin oleh jantan dewasa, lalu diikuti oleh anggota kelompok lainnya. Saat malam tiba, mereka akan beristirahat bersama di cabang-cabang pohon. Wilayah jelajah mereka cukup luas antara 25 – 40 ha.

Fachreza | Wikimedia – CC BY-SA 4.0

Monyet dare juga punya cara berkomunikasi yang unik. Ketika sedang mencari makanan, jantan dewasa sering mengeluarkan suara mirip burung seperti “pi… pi… pi…”. Jika mereka bertemu kelompok lain, suara itu bisa berubah menjadi “ha” atau “ga”. Suara ini berfungsi sebagai sinyal bagi anggota kelompok lainnya untuk mendekat atau memperhatikan situasi di sekitar mereka.

Oh ya, monyet dare suka banget makan buah (frugivourous). mereka suka banget makan buah ara (Ficus sp.), rao (Dracontomelon mangiferum), pangi (Pangium edule), dan bakan (Litsea firma), serta buah-buahan lain yang tersedia di hutan. Selain buah, mereka juga kadang memakan serangga, jamur, bahkan mamalia kecil, terutama saat musim kemarau ketika makanan lebih terbatas.

Monyet dare juga sering ditemukan masuk ke lahan pertanian untuk mencari makanan, seperti jagung, pepaya dan kelapa. Hal ini juga yang bikin monyet ini dianggap hama pertanian oleh masyarakat sekitar.

Fakta Unik

Monyet dare dianggap sebagai monyet paling terancam di Sulawesi karena rusaknya habitat dan perburuan. Populasi mereka diperkirakan hanya tersisa 4000 individu di tahun 2003.

Tempat paling bagus untuk bertemu monyet dare adalah di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, sekitar 30 km dari kota Makassar.

Referensi

Supriatna, J. (2019). Field Guide to The Indonesia Primates. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

International Union for Conservation of Nature (IUCN). (2020). Macaca maura. The IUCN Red List of Threatened Species.

New England Primate Conservancy. (n.d.). Moor macaque (Macaca maura). Retrieved from https://neprimateconservancy.org/moor-macaque/

Kenali Monyet Lainnya