Inilah primata asli dari Pulau Siberut di Kepulauan Mentawai, Macaca siberu. Dulu, monyet siberut ini sempat dianggap sebagai subspesies yang sama dengan bokoi atau Macaca pagensis, bahkan sama beruk atau Macaca nemestrina. Tapi setelah diteliti lebih lanjut, para ilmuwan akhirnya menetapkan bahwa monyet ini punya perbedaan yang cukup jelas, sehingga sekarang diakui sebagai spesiesnya sendiri.
Morfologi dan Perawakan
Secara perawakan, monyet siberu punya kemiripan sama bokoi. Matanya yang besar, hidung dengan batang yang panjang dan sempit dengan muka yang lebih lebar.
Perbedaan yang cukup mencolok adalah warna rambutnya yang lebih gelap di bagian punggung, sementara sisi bawahnya warnah putih. Monyet siberu juga punya jumbai dan bercak putih di bagian pipinya, beda sama bokoi yang bercaknya warna hitam. Rambutnya monyet siberu cukup beragam warnanya, mulai dari coklat tua sampai kehitaman.
Kalau dari segi ukuran, monyet siberut punya ukuran tubuh yang mirip-mirip lah sama monyet lainnya. Jantan dewasa punya ukuran yang lebih besar daripada betinanya. Panjang tubuh jantan antara 47 – 48 cm, sementara kalau betinanya antara 40 – 45 cm. Berat badan mereka bisa mencapai 14,5 kg.
Habitat & Sebaran
Macaca siberu cuma ditemuin di Pulau Siberut, pulau terbesar di Kepulauan Mentawai. Di pulau ini, mereka hidup di berbagai tipe hutan tropis, terutama di daerah dataran rendah.
Monyet siberut bisa ditemuin di hutan rawa, hutan mangrove, dan hutan dataran rendah, dari wilayah pesisir hingga sekitar 300 meter di atas permukaan laut.
Tapi mereka lebih suka hutan rawa riparian buat nyari makan.
Perilaku dan Sosial
Monyet siberu ngabisin waktunya untuk jalan-jalan di hutan yang rapat buat cari makan. Wilayah jelajah mereka bisa sampai 135 ha. Sama kayak monyet jenis lainnya, mereka lebih aktif di siang hari dan semi-terestrial. Mereka lebih seneng di bagian strata bawah hutan (0 – 10 m dari tanah), apalagi monyet jantan yang lebih banyak ngabisin waktunya di strata bawah dibandingkan sama monyet betina dan anak-anak. Kalau malam, mereka bakal beristirahat di atas pohon.
Grup monyet ini cukup besar dimana satu kelompok bisa berisi >30 individu. Tapi, kalau lagi jalan-jalan, biasanya mereka suka berpencar ke grup-grup yang lebih kecil. Grup mereka terdiri dari banyak jantan dan betina (multimale-multifemale) dan anak-anak mereka. Hirarkinya mereka tergantung gender, jadi ada hirarki jantan dan hirarki betina. Kalau betina, ketuanya biasanya itu sodaraan kakak adek. Kalau jantan dikuasai jantan dominan atau alpha.
Betina biasanya tetap tinggal di kelompok tempat mereka lahir, sementara jantan yang sudah dewasa akan pindah ke kelompok lain. Jantan juga harus berusaha keras biar bisa diterima dan masuk dalam hirarki kelompok barunya.
Monyet ini penyuka buah-buahan, hampir 70% makanan mereka buah makanya masuk dalam kategori frugivor. Selain itu, mereka juga makan daun, bunga, jamur, serangga, dan hewan kecil seperti kepiting atau udang air tawar. Kadang-kadang mereka juga makan empulur tanaman atau bagian dalam batang palma. Makanan yang beragam ngebantu mereka bertahan di habitat hutan yang terus berubah seiring waktu.
Fakta Unik
Di alam liar, monyet ini dapat hidup sekitar 26 tahun, sementara di penangkaran umur mereka bisa mencapai 35 tahun.
Monyet siberut itu salah satu monyet yang paling aktif jalan-jalan dan berpindah tempat. Mereka sering menjelajah hutan sepanjang hari, jadi butuh hutan yang luas dan masih tersambung untuk hidup. Sayangnya, sekitar 60% hutan di Pulau Siberut udah hilang gara-gara pembangunan dan perkebunan sawit.
Perburuan jadi ancaman terbesar bagi monyet siberut di Pulau Siberut. Sekitar seperempat warga masih berburu, dan sebagian besar menjadikan monyet ini sebagai target untuk dimakan. Akibatnya, diperkirakan sekitar 1.500–3.000 monyet siberut diburu setiap tahun, atau sekitar 5–18% dari total populasinya.
Referensi
Supriatna, J. (2019). Field Guide to The Indonesia Primates. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Roos, C., Boonratana, R., Supriatna, J., Fellowes, J.R., Groves, C., Nash, S., Rylands, A.B. & Mittermeier, R.A. 2020. Macaca siberu. The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T39795A17949710.
New England Primate Conservancy. Macaca siberu (Siberut macaque). Available at: https://neprimateconservancy.org/siberut-macaque/
Quinten, Marcel & Stirling, Farquhar & Schwarze, Stefan & Dinata, Yoan & Hodges, Keith. (2014). Knowledge, attitudes and practices of local people on Siberut Island (West-Sumatra, Indonesia) towards primate hunting and conservation. Journal of Threatened Taxa. 6. 6389-6398. 10.11609/JoTT.o3963.6389-98.
Richter, C., A. Taufiq, K. Hodges, J. Ostner, O. Schülke. 2013. Ecology of an endemic primate species (Macaca siberu) on Siberut Island, Indonesia. SpringerPlus 2:137.
Kenali Monyet Lainnya