Monyet muna-butung merupakan primata endemik Pulau Buton dan Muna, Sulawesi yang statusnya masih jadi perdebatan. Para peneliti masih memperdebatkan apakah monyet ini sudah masuk spesies sendiri atau cuma subspesies dari Macaca ochreata? Detail morfologinya bikin para ilmuwan masih terus berdiskusi sampai sekarang.
Morfologi dan Perawakan
Secara tampilan, Macaca brunnescens punya bulu tebal dengan warna gelap, mulai dari abu-abu sampai hitam. Bagian punggungnya berwarna coklat gelap, Uniknya, bagian bawah dagu serta lengan dan kakinya cenderung lebih terang, jadi sekilas kelihatan kayak lagi pakai “sepatu bot”. Beberapa individu juga punya sedikit kilau cokelat di bagian punggungnya.
Warna bulunya bisa berubah seiring usia. Anak-anak biasanya terlihat lebih gelap, sementara yang lebih tua warnanya cenderung memudar jadi lebih keabu-abuan. Dan seperti kera Sulawesi lainnya, ekornya sangat pendek hampir nggak kelihatan. Jadi, penampilannya memang khas banget dibanding monyet berekor panjang pada umumnya.
Beda dari kerabat dekatnya, Macaca ochreata, yang cenderung lebih gelap kehitaman. Rambut si monyet Buton ini berwarna kecoklatan pada bagian punggung, relatif lebih pendek dan kelihatan agak kusam, nggak sepanjang dan semengilap ochreata.
Dari bentuk wajah, brunnescens umumnya terlihat lebih pendek karena ada perbedaan bentuk tengkoraknya. Selain itu juga ada, perbedaan detail di bagian bantalan duduknya (ischial callosities).
Habitat & Sebaran
Monyet ini dapat ditemukan di Pulau Muna dan Buton, bagian Tenggara Sulawesi. Habitatnya sangat beragam, mulai dari hutan primer yang lebat hingga dataran rendah tropis, mangrove, bahkan pantai berpasir dan tebing kapur yang dramatis.
Perilaku dan Sosial
Dalam kehidupan sosialnya, monyet muna-butung biasanya hidup berkelompok sekitar 20–36 individu. Struktur sosialnya berbasis garis betina (matrilineal), jadi posisi dan hubungan sosial banyak ditentukan dari garis ibu. Meski begitu, biasanya ada satu jantan alfa yang jadi pemimpin kelompok.
Mereka aktif di siang hari (diurnal). Waktunya banyak dihabiskan untuk jalan dan mencari makan, grooming alias saling membersihkan bulu yang juga penting buat menjaga hubungan sosial antar monyet, lalu istirahat. S
Dalam komunikasinya, monyet muna-butung sangat mengandalkan vokalisasi. Jantan dan betina memiliki jenis panggilan alarm dan gonggongan (bark) yang berbeda, sementara bayi lebih sering mengeluarkan panggilan lembut (cooing) atau lengkingan bernada tinggi untuk minta perhatian.
Suara paling khasnya adalah teriakan keras seperti “woop” yang keras. Pada jantan, hanya individu alfa yang mengeluarkan panggilan ini. Nada teriakannya paling tinggi dan jangkauannya paling jauh. Biasanya digunakan saat ada bahaya atau kelompok lain.
Betina juga punya alarm call sendiri berupa interval scream yang durasinya makin panjang saat situasi makin genting, sekaligus membantu menjaga koordinasi kelompok.
Fakta Unik
Nggak semua ilmuwan sepakat apakah dia spesies tersendiri atau subspesies dari Macaca ochreata. Jadi secara taksonomi, dia termasuk salah satu kera Sulawesi yang paling kontroversial.
Mereka cuma ditemukan di Pulau Buton dan Muna. Artinya, kalau hutan di dua pulau ini terganggu, populasinya bisa langsung terdampak besar.
Referensi
New England Primate Conservancy. n.d. “Muna-Buton Macaque (Macaca brunnescens).” Accessed February 27, 2026. https://neprimateconservancy.org/muna-buton-macaque/
Kenali Monyet Lainnya