Edukasi Konservasi Monyet

Foto : Klaus Rudloff, Berlin - Jakarta zoo | Biolib.cz - https://www.biolib.cz/en/image/id274989/
Foto : Klaus Rudloff, Berlin - Jakarta zoo | Biolib.cz - https://www.biolib.cz/en/image/id274989/

Macaca hecki

Monyet dige

Nama Inggris

Heck’s Macaque

Nama Lokal

Dige, Bankalae

Subspesies

Status Perlindungan

Tidak dilindungi

Status Konservasi

IUCN: Vulnerable (VU)
CITES: Appendix II

Kalau ngomongin monyet Sulawesi, Macaca hecki bisa dibilang sedikit misterius. Alasannya, dibanding sepupunya seperti Macaca nigra atau Macaca tonkeana, jenis monyet ini justru belum banyak diteliti. Mulai dari perilaku, pola makan, sampai kehidupan sosialnya masih menyimpan banyak tanda tanya.

Morfologi dan Perawakan

Kalau ngomongin penampilan, monyet jambul ini bisa dibilang paling “rame” motifnya di antara monyet Sulawesi. Ukuran jantannya jauh lebih besar (sekitar 11 kg) dibanding betina (sekitar 6–7 kg), tapi panjang ekor mereka hampir sama dan super pendek.

Jantan juga punya kepala sedikit lebih besar, kemungkinan karena taringnya lebih panjang. Nah, yang bikin mereka gampang dikenali adalah warna bulunya yang nggak seragam dengan lengan bawah coklat tua, bagian kaki bisa coklat atau abu-abu pucat, sementara punggungnya tetap gelap kehitaman.

Jambul di kepalanya ada, tapi jauh lebih kecil dibanding Macaca nigra atau Macaca nigrescens. Kalau dibandingkan lagi dengan Macaca tonkeana yang bulunya cenderung seragam, monyet dige justru paling mudah dikenali di wilayah Palu, Sulawesi karena pola warnanya yang lebih kompleks dan kontras.

Habitat & Sebaran

Macaca hecki adalah primata endemik yang hanya ditemukan di bagian utara Pulau Sulawesi, terutama di wilayah antara Palu hingga Gorontalo (Isthmus Palu). Mereka menempati berbagai tipe habitat, mulai dari hutan hujan tropis dataran rendah, hutan sekunder, hingga area perbukitan.

Seperti macaque Sulawesi lainnya, mereka bersifat semi-terestrial, aktif di tanah sekaligus di pepohonan. Namun, akibat pembukaan hutan dan perluasan lahan pertanian, habitat alaminya semakin terfragmentasi. Di beberapa tempat, mereka bahkan terpaksa mendekati kebun atau ladang warga untuk mencari makan.

iucnredlist.org

Perilaku dan Sosial

Monyet dige makan hampir semua bagian tumbuhan seperti daun, pucuk, bunga, buah, sampai umbi. Monyet ini juga makan serangga, moluska, bahkan kadang hewan kecil. Hidupnya berkelompok sekitar 10–15 individu, dengan sistem sosial di mana jantan dewasa biasanya keluar dari kelompok asalnya, sementara betina tetap tinggal.

Monyet dige punya wilayah jelajah luas (lebih dari 100 hektar) dan termasuk semi-terestrial. Mereka bisa aktif di pohon, tapi juga lincah banget di lantai hutan, bahkan lebih cepat bergerak di tanah. Pohon dipakai untuk makan dan tidur, biasanya di cabang utama. Mereka bergerak dengan empat anggota tubuh atau quadrupedal.

Aktivitasnya siang hari (diurnal), dan mereka cukup berani masuk ke kebun warga, terutama ladang jagung dan kebun coklat. Karena itu, mereka sering dianggap hama dan diburu oleh masyarakat sekitar.

Uniknya, sebelum masuk kebun, jantan dominan biasanya mengintai keadaan dulu dari atas pohon. Mereka juga punya suara teriakan panjang berulang (“pi… pi… pi…”) yang dipakai sebagai alarm bahaya atau saat menghadapi kelompok lain.

Fakta Unik

Jantan yang mencapai kedewasaan sering meninggalkan kelompok asalnya untuk bergabung dengan kelompok lain guna menghindari perkawinan sedarah.

Lebih dari 33% habitat mereka udah hilang akibat pergeseran pertanian, datangnya penduduk baru, dan penebangan hutan. Tekanan manusia jadi ancaman besar buat kelangsungan hidup mereka.

Referensi

Supriatna, J. (2019). Field Guide to The Indonesia Primates. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

NE Primate Conservancy. (n.d.). Heck’s Macaque (Macaca hecki). Diakses dari https://neprimateconservancy.org/hecks-macaque/

Kenali Monyet Lainnya