Edukasi Konservasi Monyet

Macaca munzala

Monyet arunachal

Nama umum

Arunachal Macaque

Subspesies

Status Konservasi

IUCN: Endangered
CITES: Appendix II

Macaca munzala ini bisa dibilang monyet makaka misterius dari pegunungan India timur laut. Baru dikenali ilmuwan sekitar tahun 2005, tapi sampai sekarang masih jadi bahan perdebatan. Apakah ini spesies baru atau cuma saudara jauh dari Macaca assamensis?

Morfologi dan Perawakan

Macaca munzala memliki warna rambut cokelat gelap hingga cokelat tua, dengan bagian atas tubuh lebih terang (cokelat muda sampai zaitun). Rambut di punggung panjang dan lebat, tapi makin pendek dan halus di bagian bawah tubuh.

Ekornya cokelat tua saat dewasa, sementara individu muda hampir tidak berbulu di bagian ekor. Menariknya, mereka punya bercak-bercak kecil kuning pucat di antara bulu gelap, serta variasi gaya rambut, ada yang berjambul, ada juga yang punya pusaran rambut di kepala. Wajahnya lebih gelap dari tubuh, dengan bercak mencolok di pelipis dan bentuk bagian atas wajah yang terlihat lebih lebar dibanding moncongnya.

Seperti banyak makaka lain, spesies ini juga menunjukkan dimorfisme seksual. Jantan cenderung lebih besar, dengan tengkorak dan taring yang lebih panjang dibanding betina. Data pastinya masih terbatas, tapi jantan dewasa diperkirakan berbobot sekitar 15 kg dengan panjang tubuh sekitar 82 cm dan ekor sekitar 26 cm, betina kemungkinan sedikit lebih kecil.

Habitat & Sebaran

Macaca munzala hidup di wilayah paling barat Arunachal Pradesh, India timur laut, daerah dengan lanskap hutan, perbukitan, dan sistem sungai yang beragam.

Mereka biasanya ditemukan di dataran tinggi, sekitar 2.000–3.500 mdpl. Populasinya cukup sering dijumpai di sekitar Zemithang, khususnya di distrik Tawang, serta di wilayah lain seperti West Kameng yang berbatasan dengan Bhutan dan Tibet.

iucnredlist.org

Perilaku dan Sosial

Mereka hidup dalam kelompok sosial yang cukup fleksibel, sekitar 5–60 individu (rata-rata sekitar 20-an), dengan komposisi banyak jantan dan betina. Interaksi sosialnya juga menarik, individu dewasa cenderung grooming sesama jenis, sementara remaja sering grooming betina dewasa.

Struktur sosialnya bersifat matrilineal, di mana peran dan status dalam kelompok banyak dipengaruhi oleh garis keturunan induk. Jadi, posisi sosial seekor individu sering diturunkan dari ibunya.

Macaca munzala. Foto : Kripaljyoti Mazumdar | Inaturalist – CC-BY-NC 4.0

Sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk mencari makan, bahkan bisa mencapai hampir setengah hari, dan lebih lama lagi saat musim dingin. Mereka sering mencari makan di tanah, tapi saat malam hari lebih memilih beristirahat di pohon, biasanya di ketinggian sekitar 15 meter.

Macaca munzala termasuk hewan oportunis, makan apa saja yang tersedia di lingkungannya. Walaupun cenderung herbivora, menu mereka bisa berubah tergantung musim. Saat kondisi hangat dan tumbuhan melimpah, pilihan makanannya jadi lebih beragam.

Fakta Unik

Macaca munzala termasuk salah satu makaka yang masih misterius dan jadi bahan perdebatan ilmiah. Sejak pertama kali dideskripsikan pada 2005, beberapa peneliti berpendapat bahwa spesies ini sebenarnya hanyalah variasi dari Macaca assamensis, berdasarkan bukti DNA dan morfologi. Jadi, statusnya sebagai spesies tersendiri masih belum sepenuhnya disepakati.

Menariknya, penemuan spesies baru lain seperti Macaca selai justru kembali memicu diskusi tentang keunikan dan keberadaan makaka Arunachal ini.

Di kalangan masyarakat lokal, mereka punya nama sendiri, seperti Borang-Zala (bahasa Tshangla) dan Mun-Zala (bahasa Dirang Monpa), yang artinya monyet hutan.

Karena tergolong baru, banyak hal tentang spesies ini masih belum diketahui. Mulai dari perilaku reproduksi, umur, struktur sosial yang lebih detail, sampai peran ekologisnya masih minim data. Penelitian sejauh ini juga masih terbatas, sehingga banyak pertanyaan penting tentang spesies ini yang belum terjawab dan masih menunggu studi lebih lanjut.

Referensi

International Union for Conservation of Nature. (2020). Macaca cyclopis. The IUCN Red List of Threatened Species. Diakses dari https://www.iucnredlist.org/species/136569/17948833

Kumar, A., Sinha, A., & Kumar, S. (2020). Macaca munzala. The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T136569A17948833. Diakses pada 12 Maret 2026.

Mendiratta, U., Kumar, A., Mishra, C., & Sinha, A. (2009). Ekologi musim dingin kera Arunachal (Macaca munzala) di Lembah Pangchen, Arunachal Pradesh bagian barat, India timur laut. American Journal of Primatology, 71, 939–947.

Sinha, A., Chakraborty, D., Datta, A., Gama, N., Kumar, R., Madhusudan, M., Mendiratta, U., Ramakrishnan, U., & Mishra, C. (2012). Kera Arunachal (Macaca munzala). Dalam Mammals of South Asia (Vol. 1, hlm. 198–210). Hyderabad: University Press.

Bernard Thierry. (2007). Unity in diversity: Lessons from macaque societies. Evolutionary Anthropology, 16, 224–238. Diakses dari http://www.clas.ufl.edu/users/krigbaum/proseminar/Thierry_MacaqueSocieties_EA_2007.pdf

Arunachal macaque. (n.d.). New England Primate Conservancy. Diakses dari https://neprimateconservancy.org/arunachal-macaque/

Animal Diversity Web. (n.d.). Macaca munzala. University of Michigan. Diakses dari https://animaldiversity.org/accounts/Macaca_munzala/

Kenali Monyet Lainnya