Edukasi Konservasi Monyet

Macaca arctoides

Monyet ekor buntung

Nama umum

Stump-tailed Macaque

Subspesies

Status Konservasi

IUCN: Vulnerable (VU)
CITES: Appendix II

Dikenal sebagai monyet ekor pendek karena ekornya yang sangat kecil, sampe dinamain monyet ekor buntung! Panjang ekornya cuman 32 – 69 mm aja dan jadi ciri paling khas dari spesies ini.

Morfologi dan Perawakan

Macaca arctoides dikenal sebagai monyet ekor pendek karena ekornya yang sangat kecil. Tubuhnya tertutup bulu panjang, tebal, dan cokelat gelap, sementara wajah dan ekornya tidak berbulu. Wajahnya berwarna merah muda terang yang bisa menggelap jadi cokelat atau hampir hitam seiring usia dan paparan matahari. Bayinya lahir dengan warna lebih terang, lalu perlahan menggelap, dan saat dewasa sering terlihat mengalami penipisan rambut di kepala.

Spesies ini juga menunjukkan dimorfisme seksual yang cukup jelas. Jantan lebih besar, dengan panjang tubuh sekitar 51,7–65 cm dan berat 9,7–10,2 kg. Betina lebih kecil, sekitar 48,5–58,5 cm dengan berat 7,5–9,1 kg. Selain itu, jantan punya taring yang lebih panjang, bukan cuma buat makan, tapi juga penting untuk menunjukkan dominasi dalam kelompok sosial.

Habitat & Sebaran

Monyet ekor buntung tersebar luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara, mulai dari Kamboja, Tiongkok selatan, India timur laut, Laos, Semenanjung Malaysia, Myanmar, Thailand, hingga Vietnam. Di Bangladesh mereka diperkirakan sudah punah. Menariknya, spesies ini juga pernah diintroduksi ke Hong Kong dan bahkan ke sebuah pulau tak berpenghuni di Danau Catemaco, Meksiko.

Soal habitat, mereka cukup fleksibel. Bisa hidup di berbagai tipe hutan, mulai dari hutan semi-evergreen, hutan hujan tropis basah, hingga hutan gugur dan hutan monsun. Mereka juga ditemukan di hutan dataran rendah sampai pegunungan, dengan kisaran ketinggian sekitar 50–2.800 mdpl.

iucnredlist.org

Perilaku dan Sosial

Monyet ini punya gaya hidup yang fleksibel dan sosial banget.

Soal makan, mereka terutama pemakan buah, tapi juga mengonsumsi daun, biji, akar, bunga, hingga hewan kecil seperti serangga, katak, burung, dan bahkan kepiting air tawar. Mereka hidup di pohon dan di tanah, tapi lebih sering di tanah karena tubuhnya yang besar bikin gerakan di pohon agak kaku. Cara bergeraknya pun khas, jalan dengan empat kaki ke mana-mana.

Kalau ada ancaman, mereka nggak langsung kabur. Biasanya akan menunjukkan perilaku mengancam seperti mengguncang ranting dan memperlihatkan taring sebagai peringatan.

Mereka hidup dalam kelompok besar (5–60 individu) dengan struktur sosial mirip makaka lain. Betina mewarisi status dari induknya, sementara jantan harus berjuang lewat kekuatan dan strategi sosial. Betina tetap di kelompok asal, sedangkan jantan akan keluar saat dewasa.

Menariknya, spesies ini dikenal cukup “damai”. Konflik jarang sampai serius, lebih banyak diselesaikan lewat sinyal sosial atau intimidasi ringan dibanding perkelahian besar.

Dalam hal reproduksi, mereka tergolong lambat, biasanya hanya melahirkan setiap dua tahun. Musim kawin terjadi sekitar Oktober–November, dengan sistem kawin bebas (banyak pasangan). Setelah hamil sekitar 177 hari, betina melahirkan satu bayi.

Induknya cukup santai dalam mengasuh. Bayi disusui sekitar 9 bulan dan sudah diberi ruang untuk eksplorasi sejak dini. Selain itu, ada perilaku allomothering, di mana betina lain ikut membantu merawat, menggendong, dan melindungi bayi, tanpa peduli siapa induknya. Ini bikin ikatan sosial dalam kelompok makin kuat.

Fakta Unik

Tubuhnya yang besar dan berotot diduga bikin mereka lebih sering mengonsumsi daging dibanding makaka lain. Meski begitu, buah tetap jadi makanan utama mereka.

Seiring bertambahnya usia, mereka bisa mengalami kebotakan di bagian kepala, mirip pola kebotakan pada manusia. Uniknya, ini terjadi pada jantan dan betina.

Referensi

NE Primate Conservancy. (n.d.). Stump Tailed Macaque (Macaca arctoides). Diakses dari https://neprimateconservancy.org/stump-tailed-macaque/

Kenali Monyet Lainnya