Saking miripnya sama beruk (Macaca nemestrina), beruk utara ini sempet dianggap jenis monyet yang sama! Setelah penelitian di abad ke-21, para ilmuwan kemudian menetapkan kalau monyet ini memiliki jenis yang berbeda!

Macaca mulatta
Monyet Rhesus
–
IUCN: Vulnerable
CITES: Appendix II
Saking miripnya sama beruk (Macaca nemestrina), beruk utara ini sempet dianggap jenis monyet yang sama! Setelah penelitian di abad ke-21, para ilmuwan kemudian menetapkan kalau monyet ini memiliki jenis yang berbeda!
Beruk utara cukup mudah dikenali. Wajahnya dikelilingi bulu keabu-abuan yang membentuk pola seperti mahkota, dengan bercak cokelat di bagian tengah kepala. Di atas matanya ada pola segitiga putih, dan di sudut luar mata terlihat garis merah kecil yang miring ke atas.
Moncongnya cukup panjang, meski masih lebih pendek dibanding kerabat dekatnya, Macaca nemestrina. Pada jantan biasanya terlihat garis hitam di tengah punggung, kadang dengan semburat kemerahan di bagian atasnya.
Ekornya pendek dan ramping dengan bulu hitam gelap. Posisi ekornya bisa bermacam-macam, melengkung ke belakang, ke depan, atau bahkan ke bawah. Seperti banyak monyet lainnya, mereka juga punya bantalan duduk tebal (ischial callosities) di bawah ekor yang membantu mereka duduk dengan nyaman di dahan pohon.
Beruk utara itu primata dengnan dimorfisme seksual, artinya jantan dan betina punya perbedaan dari ukuran maupun ciri tubuhnya. Jantan berukuran lebih besar, dengan panjang tubuh 50–60 cm serta panjang ekor 16–25 cm dengan bobot sekitar 6,2–9,1 kg. Sementara, betina punya panjang tubuh 40–49 cm dan panjang ekor 14–20 cm dengan bobot 4,4–5,7 kg. Monyet ini bisa hidup sampe 26 tahun di alam liar, tapi kalau di penangkaran bisa sampe 35 tahun.
Beruk utara tersebar luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Bangladesh, Kamboja, Tiongkok, India, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam. Monyet ini bisa ditemuin di habitat yang cukup beragam, mulai dari hutan primer, hutan sekunder, hutan pinus, hutan rawa hingga hutan pantai. Mereka hidup di berbagai ketinggian, dari dataran rendah hingga daerah pegunungan lebih dari 200 meter.
Gak jarang, beruk utara juga muncul di area dekat aktivitas manusia, kayak perkebunan teh di India Timur Laut atau ladang pertanian di beberapa wilayah Asia Tenggara. Mereka bahkan kadang berbagi habitat dengan kerabat dekatnya, Macaca Assam.
Kelompok beruk utara biasanya berisi 12-40 individu yang terdiri dari banyak jantan dan betina (multimale-multifemale), meski kadang terlihat kelompok besar yang isinya lebih dari 100 individu. Kalau kayak gini, kemungkinan ada beberapa kelompok lagi ngumpul di lokasi yang sama.
Struktur sosialnya matriarkal, dengan betina sebagai inti kelompok. Sementara, jantan memiliki hierarki dominasi dengan satu jantan dominan atau alpha male. Kalau udah dewasa, jantan muda biasanya akan berpindah ke kelompok lain.

Mereka dikenal lincah di pepohonan, tetapi juga cukup sering berjalan di tanah saat berpindah tempat atau mencari makan (semi-terestrial).
Makanan utama mereka buah, tapi juga fleksibel makan jenis makanan lain. Mereka juga makan daun muda, tunas, bunga, pucuk bambu, hingga serangga dan hewan kecil seperti larva dan laba-laba.
Kadang mereka juga masuk ke pertanian dan makan padi atau jagung. Di beberapa tempat bahkan mulai ngambilin makanan dari manusia.
Sebelumnya, beruk utara dianggap hanya sebagai sub-spesies dari monyet ekor babi selatan (Macaca nemestrina). Namun, penelitian yang dilakukan pada awal abad ke-21 membuat para ilmuwan meninjau kembali klasifikasi tersebut.
Wilayah jelajah mereka berkisar antara 83 hingga 347 hektar. Dalam sehari, mereka bisa menempuh jarak sekitar 690 hingga 2240 meter. Jika sumber makanan tersebar jauh, misalnya di hutan yang sudah terdegradasi, jarak perjalanan mereka pun menjadi lebih panjang.
Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
Boonratana, R.; Chetry, D.; Yongcheng, L.; Jiang, X.-L.; Htun, S.; Timmins, R.J. (2020). “Macaca leonina”. 2020: e.T39792A186071807. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T39792A186071807.en.
Zhao, Dapeng; Wang, Yuan; Wei, Xueyan (2016-07-27). “Hand preference during bimanual coordinated task in northern pig-tailed macaques Macaca leonina”. Current Zoology. 62 (4): 385–391. doi:10.1093/cz/zow064. ISSN 1674-5507. PMC 5804279. PMID 29491927
The North East Primate Conservancy. Northern Pig-tailed Macaque (Macaca leonina). Diakses dari: https://neprimateconservancy.org/northern-pig-tailed-macaque/
iNaturalist. Macaca leonina (Northern Pig-tailed Macaque). Diakses dari: https://www.inaturalist.org/taxa/74532-Macaca-leonina
World Land Trust. Northern Pig-tailed Macaque. Diakses dari: https://www.worldlandtrust.org/species/northern-pig-tailed-macaque/
Chatterjee, S., Biswas, J., & Sukumar, R. (2021). Grooming pattern in captive macaques: A comparative study. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/347588560_Grooming_pattern_in_captive_Macaques_A_comparative_study
Diet and ranging patterns of the northern pig‑tailed macaque. Oecologia. https://link.springer.com/article/10.1007/s00442-002-1073-7

Monyet Rhesus

Monyet toque

Monyet assam

Monyet arunachal

Monyet ekor buntung

Monyet pipi putih

Monyet bonnet

Monyet taiwan

Monyet barbary

Monyet ekor singa

Monyet tibet

Monyet Jepang