Kamu pasti pernah lihat ada pedagang satwa yang jual bayi monyet? Yap, perdagangan monyet masih cukup marak terjadi di Indonesia. Sayangnya, pengawasan penjualan makhluk hidup kayak gini masih kurang banget, baik dari pemerintah lokal sampai pemangku kebijakan. Tapi, sebenarnya penjualan kayak gini tuh boleh nggak sih?
Nah, kalau di Indonesia sendiri, aturan soal perdagangan monyet, khususnya yang belum dilindungi, memang masih belum terlalu jelas di lapangan. Beda cerita kalau sudah masuk ke perdagangan internasional.
Dalam perdagangan internasional, semua monyet dari genus Macaca yang diimpor dari Indonesia diatur oleh CITES. Sebagian besar masuk ke dalam Appendix II, yang artinya boleh diperdagangkan, tapi harus diawasi ketat.
Penting dipahami, status Appendix II bukan berarti monyet-monyet ini aman dari kepunahan. Justru sebaliknya, status ini menunjukkan bahwa kalau perdagangannya tidak dikontrol, populasinya bisa terancam.
Karena itu, setiap perdagangan ke luar negeri, baik untuk penelitian, kebun binatang, atau tujuan lain, harus punya izin resmi. Izin ini hanya diberikan kalau sudah dipastikan bahwa pengambilan dari alam tidak merugikan populasi liar.
Lewat aturan ini, CITES membantu memastikan pemanfaatan monyet Macaca tetap bertanggung jawab dan tidak berlebihan.
Buat Indonesia sendiri, aturan ini penting banget. Soalnya, selain ancaman perdagangan ilegal, monyet-monyet ini juga terus menghadapi tekanan dari hilangnya habitat. Bahkan, beberapa spesiesnya sudah masuk kategori terancam menurut IUCN.
Kenapa perdagangan monyet harus dikontrol ketat? Ini alasannya :
- Permintaan global bisa memperparah eksploitasi
Selama ada permintaan tinggi (misalnya untuk riset atau hiburan), tekanan terhadap monyet liar bakalan terus ada.
- Populasi di alam bisa cepat menurun
Pengambilan dari alam, apalagi dalam jumlah besar, bisa bikin populasi monyet liar turun drastis. Apalagi kalau gak ada pengawasan dan pembatasan dalam pengambilannya
- Sering melibatkan praktik yang kejam
Banyak bayi monyet diambil dengan cara memisahkannya paksa dari induknya, yang seringnya berujung pada kematian induk monyet. Duh, sedih banget 🙁
- Risiko ‘pencucian’ satwa liar
Monyet yang ditangkap dari alam sering diklaim sebagai hasil penangkaran supaya bisa dijual secara legal. Masalah ini banyak kejadian di Asia Tenggara, kayak Kamboja, Vietnam dan Laos. Curang banget.
- Mengganggu keseimbangan ekosistem
Monyet punya peran penting di alam, misalnya dalam penyebaran biji buah yang meregenerasi hutan. Kalau jumlahnya berkurang, otomatis ekosistem juga ikut terganggu.



